Ker「Indonesia online casino」eta Cepat Jakarta

  • 时间:
  • 浏览:0

IndonesiIndonesia online casinoa online casinoini artinya, teknologi CTCS-3/GSM-R masih akan diandalkan oleh sebagian besar operator Kereta Api Cepat di dunia dalam masa sekarang dan yang akan datang.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terus mempercepat progres konstruksi dan persiapan operation maintenance Kereta Cepat Indonesia online casinojakarta-Bandung (KCJB).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email

Termasuk di antaranya menyiapkan sistem persinyalan yang menjadi salah satu kunci

safety operation.

China Railway saat ini menggunakan sistem persinyalan CTCS-2 dan CTCS-3/GSMR untuk mendukung pengoperasian jalur kereta cepat sepanjang 37.900 kilometer.

Baca juga: Progres 78,65 Persen, Kereta Cepat Jakarta Bandung Diuji Coba November 2022

Manager Technical Design KCIC Indra Yulianto menyebutkan untuk persinyalan KCJB akan menggunakan teknologi Global System Mobile-Railway (GSM-R) sebagai teknologi transmisi data (train control data), mengadopsi teknologi yang dipakai di China Railway.

Indra menjelaskan teknologi ini juga termasuk stabil dan sudah terstandarisasi oleh International Union of Railways (IUR) atau Uni Kereta Api Internasional.

Baca juga: Pembengkakan Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Masih Dihitung

CTCS-2 digunakan untuk mendukung pengoperasian KCJB dengan kecepatan maksimum 300 kilometer per jam dan CTCS-3/GSM-R dengan kecepatan maksimum 350 kilometer per jam.

Adapun teknologi lainnya yang berbasiskan Long Term Evolution (LTE), sampai saat ini masih dalam tahap pengembangan.

"Teknologi GSM-R ini adalah yang paling mapan dan sudah terbukti dari berbagai sisi untuk digunakan pada kereta cepat. Terutama dari sisi keamanan. Teknologi ini stabil, dari sisi proteksi terhadap interferensi frekuensi," jelasnya. 

"Teknologi ini ini dipilih karena GSM-R sudah proven dari sisi keselamatan dan dioperasikan banyak operator kereta cepat di dunia, di negara-negara Eropa, China, Arab Saudi, dan Maroko," kata Indra dalam keterangan yang dikutip Kompas.com, Sabtu (25/9/2021).