Live Baccarat Registration_Online Gaming Forum_Baccarat betting method

  • 时间:
  • 浏览:0

Untuk biBBBBaccarat Platform Collectionaccarat Platform Collectionaccarat Platform Collectionaccarat Platform Collectionsa mBaccarat Platform Collectionelakukan aksinya, pelaku diduga memanjat tembok depo via www.instagram.com

Keberadaan Mass Rapid Transit alias MRT sudah dinanti-nanti oleh orang seantero negeri ini. Kehadiran transportasi publik modern yang mampu membelah kemacetan perkotaan ini, menawarkan secercah harapan untuk menyelesaikan masalah lalu lintas Ibu Kota yang semakin akut. Maka dari itu, berita tentang vandalisme terhadap sebuah gerbong MRT di Depo Lebak Bulus minggu kemarin, membuat hati kita pecah berkeping-keping. Belum juga dipakai, gerbong MRT yang terparkir rapi sudah dicoret-coret oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Kejadian vandalisme pada kereta MRT ini nggak boleh terulang lagi. Baik PT MRT Jakarta dan juga dua kontraktor yang ada di depo yaitu Tokyu-Wika Join Operation (TWJO) dan Sumitomo Corporation sepakat akan melakukan empat langkah terkait kejadian vandalisme tersebut. Pertama, personil pengamanan di area depo akan ditambah. Kedua, patroli akan ditingkatkan juga intensitasnya. Ketiga, CCTV di daerah depo akan ditambah jumlahnya. Dan keempat, tembok yang mengitari depo akan ditambah tingginya.

Pada patroli hari Jumat (21/9) pagi, pihak kontraktor merasa terkejut mendapati salah satu gerbong kereta MRT yang terparkir di Depo Lebak Bulus dicoret-coret menggunakan cat semprot berwarna-warni. Kasus tersebut sempat diunggah oleh akun Instagram @mrtjkt disertai gambar dimana salah satu gerbong kereta MRT terlihat sudah digambari dengan grafiti sebagai wujud aksi vandalisme. Pada keterangan gambar tersebut, dituliskan Siaran Pers terkait kasus vandalisme di MRT. Dilansir dari Kompas, karena kereta belum pada tahap serah terima kepada PT MRT Jakarta, maka kejadian tersebut menjadi tanggung jawab pihak kontraktor.

Pihak kontraktor melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Cilandak agar segera ditindak. Saat ini, polisi sedang melakukan penyidikan. Dikutip dari Kompas, diperkirakan, pelaku masuk ke kawasan depo dengan cara memanjat dan melompati dinding untuk melakukan aksinya. Sayangnya, siapa pelakunya masih sulit diidentifikasi. Kamera CCTV yang ada di daerah depo ternyata tidak menyorot langsung ke arah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi terus menyelidikinya. Atas aksi pelaku yang merugikan tersebut, Menteri Perhubungan, Budi Karya, meminta agar pelaku diberi hukuman pidana serta diviralkan agar semua orang paham bahwa tindakan tersebut tidak terpuji dan tidak boleh terulang lagi.

Aksi vandalisme biasanya membuat grafiti dengan menggunakan cat semprot via www.raiznerlaw.com

Tahu nggak sih kalau fasilitas umum yang bisa kita nikmati saat ini, uang untuk membelinya salah satunya berasal dari pajak. Ya, sebenarnya sih mirip rakyat Indonesia patungan untuk bisa membuat Indonesia punya fasilitas umum yang lebih baik lagi. Sayangnya, aksi vandalisme menodai semangat kita bersama untuk membuat Indonesia lebih maju dengan fasilitas umum yang layak dan baik. Dan fenomena vandalisme ternyata nggak hanya terjadi di Jakarta aja, tapi juga seluruh daerah di Indonesia. Sedihnya, kadang hal itu dilakukan demi kepentingan pribadi dan juga iseng aja. Kalau sudah begini, sebaiknya pelaku dihukum apa nih?

Ternyata, pengerusakan fasilitas transportasi umum bukan kali ini saja terjadi. Beberapa minggu lalu (11/9), Kompas menulis bahwa KRL yang diparkir di Stasiun Parung Panjang, Bogor, juga pernah jadi korban corat-coret oknum tak bertanggung jawab menggunakan cat semprot. Selain dengan cara mencoret kereta, ternyata aksi pengerusakan juga pernah dilakukan dengan melempari KRL hingga kacanya pecah. Parahnya lagi, hal itu dilakukan dengan alasan iseng semata. Hukuman bagi pelaku pun belum sepenuhnya membuat jera. Buktinya, aksi seperti itu masih terus marak terjadi.

Nggak hanya di Jakarta ataupun di fasilitas transportasi umum saja, ternyata aksi vandalisme juga menjamur di semua daerah di Indonesia via www.radarmalang.id

Saat ini, aksi tersebut sudah dilaporkan ke polisi dan dalam tahap pemeriksaan. Pelaku sih masih belum tertangkap, tapi sudah sewajarnya, nantinya pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal agar jadi efek jera dan juga membuat orang lain yang hendak berbuat tindakan serupa berpikir berkali-kali dahulu sebelum melakukannya. Menteri Perhubungan bahkan sampai meminta agar nantinya pelaku diviralkan supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Yuk kulik lebih dalam mengenai kasus ini bersama Hipwee News & Feature~